Ahli Hukum Bongkar Dalang yang Diduga Perintahkan Pangdam Jaya

WE Online, Jakarta

Pakar dasar tata negara Refly Harun mempertanyakan otoritas lain yang memerintahkan Pemimpin Kodam (Pangdam Jaya) Mayor Jenderal Dudung Abdurachman dalam penurunan papan iklan Habib Rizieq Shihab yang ramai menjadi perbincangan luas.

Refly juga mempertanyakan apakah Mayjen Dudung seberani itu jika dia memang bertindak sendiri tanpa perintah atasannya. Hal itu diungkapkan Refly di videonya yang diunggah dalam akun youtube Refly Harun, Selasa (24/11/2020).

“Apakah seberani itu seorang Dudung Abdurachman bertindak independently , ” kata Refly.

Baca Juga: Mantan KSAU Pasang Badan buat Pangdam: Rizieq, Tanpa Berkata Seenak Jidatnya!

Kalaupun bertindak atas prakarsa sendiri, kata Refly, jelas Pangdam Dudung menyalahi aturan. Karena tersebut, katanya, ada spekulasi mengenai siasat dari Mayjen Dudung tersebut. Pemikiran ini sama dengan yang membuahkan adanya konvoi pasukan elite TNI, Koopssus di dekat markas FPI atau kediaman Habib Rizieq.

“Itu semua paling tidak atas restu atau atas order Istana, ” ujar Refly.

Mengenai apa motifnya, taat Refly, adalah soal politik. Barangkali itu motif politik jangka hina, jangka menengah atau jangka panjang. Salah satunya terkait mempertahankan hegemoni politik yang berseberangan dengan gerombolan Habib Rizieq dan pendukungnya.

“Kalau kita bicara mengenai hegemoni politik kelompok kanan-kiri dalam Indonesia, ya tentu kepentingannya adalah mempertahankan hegemoni tengah-kiri itu. Sedangkan kita tahu Rizieq dan lain-lain, beberapa partai, beberapa nama itu berada di tengah-kanan, ” introduksi Refly.

Relasi Sindikasi Konten: Viva