AHY Tepat di Bawah Prabowo Subianto, Demokrat Girang

ahy-tepat-di-bawah-prabowo-subianto-demokrat-girang-1

Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, mengapresiasi capaian Partai Demokrat yang tergambar dalam survei terbaru yang dilakukan Voxpol Center Research and Consulting. Menurutnya, capaian tersebut merupakan pokok konsistensi Partai Demokrat berkoalisi dengan rakyat.

“Kami saat ini padahal di luar pemerintahan buat terus konsisten berkoalisi dengan rakyat. Karena hasilnya ana lihat ini, berarti jalan kami selama ini sudah tepat dan pas gitu sebenarnya, ” kata Herzaky, Sabtu (3/7).

Baca Juga: Barang apa Benar Ketua BEM UI Kaki Tangan Cikeas? Golongan Demokrat Sih Bilang…..

Herzaky juga mengomentari elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam survei tersebut yang menempatkan AHY di susunan keenam dengan 5, 4 persen. Menurutnya, elektabilitas AHY tersebut dinilai positif mengingat AHY merupakan satu-satunya tokoh yang tidak mempunyai jabatan publik.

“Yang lainnya kan kita menentang itu menteri rata-rata atau kepala daerah, tapi awak selalu konsisten Mas AHY ketum kami di situasi lima sampai enam tinggi, bahkan ada survei dengan menempatkan pada posisi 4 besar. Ya kalau di antara ketum partai, Akang AHY berada di kondisi dua. Ini tentunya dengan jalan apa pun merupakan apresiasi lantaran publik yang berhasil direkam temen-teman Voxpol yang bisa terus memacu kami, ” ucapnya.

Dalam survei elektabilitas yang dilakukan Voxpol terbaru, diketahui elektabilitas AHY berada di status keenam dengan 5, 4 persen di bawah Membalas Pranowo (19, 2 peren), Prabowo Subianto (18, 9 persen), Anies Baswedan (14, 1 (persen), Sandiaga Uno (8, 3 persen), dan Ridwan Kamil (5, 8 persen).

Selain itu, inspeksi Voxpol juga menempatkan AHY di posisi kedua elektabilitas capres 2024 pada klaster ketua umum partai kebijakan dengan 12, 5 tip di bawah Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan 33, 7 obat jerih.

Faktanya, perbandingan antara jumlah warga di Indonesia dengan pelajaran bacaan belum seimbang. Dibanding 90 orang, akses referensi yang tersedia hanya kepala buku. Berantas hoaks secara #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel dalam Republika Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja serupa Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggungan Republika.