Arsjad Rasjid Bicara Kebangkitan Ekonomi, ini Katanya…

arsjad-rasjid-bicara-kebangkitan-ekonomi-ini-katanya-1

Calon Ketua Umum Zona Dagang Industri (Kadin) Nusantara, Arsjad Rasjid bicara penentangan perekonomian Indonesia di pusat pandemi Covid-19 saat mendatangi Pengurus Kadin Provinsi Sulawesi Tenggara di Kota Kendari, Minggu (9/5/2021). Menurut Arsjad ada empat pilar yang dapat mengerakan perekonomian nasional dari keterpurukan saat itu, keempatnya yakni, kesehatan, ekonomi, kewirausahaan, internal dan regulasi

Dia membentangkan; mewujudkan kesehatan masyarakat, adalah langkah awal jangka pendek menghidupkan ekonomi dengan vaksinasi. Jangka panjang, yakni membakar insdustri kesehatan menajadi jalan. Ketika kesehatan dunia dengan global sudah pulih, oleh sebab itu peluang usaha akan tumbuh dengan sendirinya ketika vaksinasi sudah bisa dilakukan;

kedua, penguatan ekonomi nasional. Bagaimana menyatukan potensi ekonomi berbeda-beda di tiap daerah, lebih lanjut menciptakan perusahaan daerah dan mengembangkannya dari yang makro, mungil menengah kemudian menjadi besar;

pilar ketiga, terkait kewirausahaan dan kompetensi, Kadin Nusantara dengan sumberdayanya bakal mencatat pengusaha seluruh Indonesia mampu tercatat secara penuh. Secara adanya undang-undang cipta kerja, peluang menjadi pengusaha dan menciptakan lapangan pekerjaan berskala besar. Tetapi, yang lebih utama dari bertambahnya total perusahaan adalah menciptakan lapangan kerja sehingga bisa mengurangi kemiskinan;

dasar keempat yakni, internal regulasi, berusaha memperbaiki, menyempurnakan regulasi Kadin dan bersinergi dengan pemerintah, menyempurnakan regulasi yang mendukung perusahaan di wilayah sehingga ada pemerataan lapangan kerja.

Sikap Pulihkan Ekonomi, Arsjad Rasjid yang juga Presiden Direktur Indika Energy itu. mendahulukan, memulihkan ekonomi merupakan bagian membangkitan perekonomian Indonesia. Menurutnya, apa yang direncanakan & sudah dilakukannya, untuk perkembangan seluruh pelaku usaha lantaran tingkatan paling kecil mematok besar. “Saat ini, warga Indonesia secara serius pusat menghadapi perang kesehatan & ekonomi. Pandemi yang tak pernah terjadi sebelumnya, menjadi tantangan dan harus dimenangkan. Jalan utamanya, kita harus keluar, kita harus terbit. Saat kita sedang susah, bapak-bapak serta ibu-ibu merupakan pejuangnya, perang ini bertentangan dengan perang mempertahankan independensi, ” katanya.

Menurutnya langkah pertama, Kadin Indonesia mesti bersinergi dengan Kadin daerah. Seumpama kongsi, Kadin daerah sebagai pemegang saham Kadin Indonesia. “Maka dari itu, Kadin Nusantara harus menjadi rumah semua pengusaha. Mulai dari dengan mikro, kecil, menengah serta besar, harus dihormati dan diperlakukan sama. Kadin Indonesia tidak boleh ekslusif, Kadin Indonesia, mestinya bisa inklusif dan koperatif dengan seluruh pelaku usaha. ”

Lanjutnya, hal asing yang tak kalah istimewa, Kadin merupakan tempat hubungan pengusaha dan jadi pacar komunikasi pemerintah di wilayah dan pusat. Dalam jalan ini, mesti ada ikatan informal dan tidak semata-mata hubungan formal antara kadin dan Pemda.

Dia juga meyinggung ikatan informal berupa kolaborasi, piawai mengatasi masalah dengan jelas dan efektif. Pengusaha mesti bersatu, Indonesia  negara sugih, namun kalangan pengusah dan warga jangan terpecah karena kepentingan pihak-pihak tertentu.

Senada dengan itu, Ketua Kadin Sulawesi Tenggara, Anton Timbang menyatakan, Kadin Sua saat ini butuh sosok yang bisa bekerjasama menghadapi Pemilihan Ketum Kadin Indonesia Juni 2021. Menurutnya, calon mestinya berkomitmen di dalam jangka panjang dan hina dalam membangun perekonomian nasional dan daerah.

“Track Record penting. Tetapi, Arsjad Rasjid, tentunya juga calon pemimpin yang berkontribusi dengan berusaha membantu pemerintah memulihkan kesehatan untuk melahirkan pembangunan ekonomi. Komitmen ini nanti kita butuhkan pada daerah, sehingga kesepakatan tidak hanya saat pencalonan saja namun komitmen yang berpengaruh diantara pengusaha, ” katanya

Anton Timbang menyatakan, sempat melontarkan dukungan pribadi kepada calon Anindya Bakri. Namun, ia menegaskan, bukan atas nama Kadin Sulawesi Tenggara. Menurutnya, semua tergantung rapat lengkap Kadin Sulawesi Tenggara dengan bakal digelar 10 Juni  2021. Hasilnya, ada 3 suara yang akan memilah Anindya Bakrie atau Arsjad Rasjid.