Asperindo Buka Suara Soal Kurir Dicaci-maki, Dengerin nih!

asperindo-buka-suara-soal-kurir-dicaci-maki-dengerin-nih-1

Kurir atau aparat pengantar yang mengemban amanah paket kiriman pelanggan kerap menjadi sasaran keluhan pelanggan. Seperti video yang viral baru-baru ini dimana penerima paket yang menggunakan servis COD (Cash On Delivery) memaki kurir lantaran bahan yang dipesan secara online tidak sesuai.

COD sendiri bertujuan buat mempermudah buyer yang tidak memiliki rekening bank maupun akses dompet digital, biar tetap dapat bertransaksi dengan online karena pembayaran dikerjakan secara langsung dan tunai setelah barang tiba.

Penggunaannya merupakan kata sepakat antara seller dan buyer, sehingga jasa kurir hanya bertugas melakukan pengantaran mengikuti menerima pembayaran dari buyer untuk kemudian uangnya diserahkan kepada seller melalui bentuk.

Menanggapi perlakuan terhadap suruhan yang videonya viral itu, ASPERINDO menyampaikan bahwa hal ini menjadi semacam pertentangan dengan banyaknya gambaran tentang kemudahan, kemeriahan, kepraktisan mau pun keriangan dalam dunia belanja melalui online. Tak semestinya keluhan disampaikan secara amarah berlebihan, apalagi menghujat maki petugas pengantar bagian.

Mengaji Juga: Beli Sandal Tak Sesuai, Kurir Ninja Bersetuju Didor oleh Warga Bogor!

“Seperti disampaikan juga oleh pihak lain yang berkaitan secara konsumen, bahwa keluhan dengan disampaikan dengan makian memakai kata-kata yang tidak cepat, tidak dibenarkan. Penyampaian keluhan dengan amarah yang berlebihan apalagi dengan cacian dan makian, tentu menimbulkan perkara baru dan bukan mencapai solusi terbaik, ” terang Ketua Umum ASPERINDO, M. Feriadi di Jakarta, Kamis (20/5/2021).

Bertambah lanjut, katanya, langkah-langkah mitigasi terkait dengan resiko seolah-olah halnya dari kasus viral kali ini terus dikerjakan dan dikembangkan.

“Dengan teknologi saat tersebut setiap proses dalam pengantaran paket dapat termonitor, termasuk ketika kurir berinteraksi secara pelanggan, sehingga penanggungjawabnya jelas. Tujuannya dalam rangka terciptanya aktifitas jual-beli dalam ekosistem e-commerce yang setiap prosesnya dapat dipertanggungjawabkan bersama, ” kata Feriadi.

Menurutnya, memahami beragam resiko yang dapat terjadi, kongsi jasa pengiriman pun mengarahkan berbagai langkah. Oleh sebab itu setiap perusahaan kebaikan pengiriman ekspres selaku pengelola pos selalu menyiapkan kondisi fisik dan mental para-para kurir agar berhasil di menjalankan tugasnya. Begitu pula informasi mengenai detil produk-produk layanan yang merupakan wujud edukasi kepada customer.

“Selain menggunakan bervariasi media komunikasi, di semesta jaringan penjualan jasa kiriman tersedia informasi kepada pengirim tentang produk layanan yang dapat digunakan, seperti petunjuk tentang penggunaan, kecepatan, kesejahteraan dan ketepatan penyampaian barang serta yang lainnya, ” tambah Feriadi yang selalu sebagai Direktur Utama JNE.

Feriadi kendati menjelaskan bahwa pembinaan dan pelatihan terus dijalankan biar kurir dapat menjalankan perintah dengan baik, ramah dan profesional dalam kondisi barang apa pun yang dihadapi di lapangan.

“Tentu saja pada kesempatan ini, kami juga mohon maaf apabila masih ditemukan lagak kurir kami yang tak sesuai atau merugikan pelanggan, ” tuturnya.

“Mari kita menikmati perkembangan e-commerce tersebut dengan sehat dan elegan. Sampaikan keluhan secara sepadan melalui berbagai saluran komunikasi yang disediakan agar solusi dapat diraih. Kami juga menghimbau agar masyarakat konsumen berhati-hati banyaknya kasus penipuan dan potensi pelanggaran di dalam bertransaksi secara online, ” tutup Feriadi.