Bamsoet Dorong Kesepakatan Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Turki Segera Diselesaikan

Ketua MPR RI Jelas Soesatyo mendukung agar Kata sepakat Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Turki (Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement/IT-CEPA) bisa segera diselesaikan pada tarikh 2021 ini. Sebagai aksi lanjut pertemuan Presiden Jokowi dengan Presiden Erdogan pada Juli 2017 di Turki, dalam meningkatkan perdagangan Indonesia – Turki mencapai USD 10 miliar pada tarikh 2023.

“Hingga September 2020, nilai perdagangan Indonesia-Turki mencapai sekitar USD 958. 400. Sebelumnya, di tahun 2019, nilai perniagaan kedua negara mencapai USD 1, 6 miliar. Semenjak 2015, Indonesia selalu menikmati surplus perdagangan. Pada 2019, surplusnya bahkan mencapai USD 1 miliar atau kira-kira Rp15 triliun. Melalui IT-CEPA, dengan salah satu pokok pentingnya penghilangan bea merembes untuk ekspor dan impor beberapa komoditas dari kedua negara, diharapkan surplus Indonesia semakin meningkat, ” perkataan Bamsoet usai menerima Utusan Besar Republik Indonesia buat Turki, Lalu Muhammad Iqbal, di Jakarta, Kamis (29/4/21).

Membaca Juga: Bamsoet: Melalui CSR Satukan Tekad dan Bagian Bersama Bangkit dari Pandemi Covid-19

Ketua DPR RI ke-20 ini menjelaskan, melalui IT-CEPA, Indonesia akan tetap menjadi mitra strategis bagi Turki dalam menjangkau pasar ASEAN yang memiliki market penduduk mencapai 625 juta jiwa atau 8, 8 persen penduduk negeri. Sebaliknya, Indonesia juga langgeng menjadikan Turki sebagai negara kunci dalam menjangkau pasar Timur Tengah dan Eropa.

“Ekspor primadona Indonesia ke Turki antara lain produk berbahan pokok karet alam, minyak hewani dan nabati, serat tekstil buatan tangan, pita produk tangan, serat tekstil, longgar, dan produk karet. Namun ekspor utama Turki ke Indonesia antara lain buatan berbahan besi dan baja non-paduan, tembakau dan buatan tembakau, produk kimia organik, karpet, serat tekstil serta produknya, serta sereal dan produk sereal, ” nyata Bamsoet.

Besar Badan Bela Negara FKPPI ini juga menyoroti progres penanganan pandemi Covid-19 dengan dilakukan pemerintah Turki. Tenggat pertengahan April 2021, dari sekitar 83, 6 juta penduduk, Turki telah menanamkan lebih dari 20 juta dosis vaksin Covid-19 ke warganya. Jumlah warga dengan sudah menerima dosis baru mencapai 12 juta karakter, termasuk Presiden Erdogan yang telah disuntik vaksin Sinovac pada 15 Januari 2021.

“Data Worldometers mencatat, per 28 April 2021, jumlah warga Turki yang terkena Covid-19 mencapai sekitar 4, 7 juta jiwa, tertinggi ke-6 negeri setelah Amerika Serikat, India, Brazil, Perancis, dan Rusia, ” sorot Bamsoet.

Wakil Ketua Ijmal Pemuda Pancasila ini memasukkan, pada 16 April 2021, kasus harian di Turki mencapai puncaknya, sekitar 63 ribu warga terkena Covid-19. Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, sekitar besar minggu lalu pemerintah Turki memberlakukan jam malam tiba Pukul 19. 00 maka 05. 00. Mulai 29 April hingga 17 Mei 2021, ditingkatkan dengan menerapkan lockdown.

“Sama halnya semacam Indonesia dan negara dunia lainnya, Turki juga masih berperang menghentikan penyebaran virus Covid-19. Sebagai sahabat, kita berharap Turki bisa cepat keluar dari pandemi Covid-19, begitupun dengan Indonesia. Sehingga people to people contact melalui perjalanan wisata serta pendidikan antar penduduk kedua negara bisa kembali menggelitik, ” pungkas Bamsoet