Benarkah Investasi Saham Haram? Tersebut Penjelasannya

benarkah-investasi-saham-haram-ini-penjelasannya-1

Investasi saham yang berkembang dalam luar selama ini dianggap dan diasosiasikan sebagai paras baru perjudian. Padahal, investasi saham tidaklah seperti yang dituduhkan.

“Kalau judi itu pakai pemikiran, tapi balik lagi kita harus belajar faktor penggeraknya saham. Bukan menebak-nebak, melainkan berdasarkan analisa fundamental dan analisis teknikal, ” perkataan Riset Analis Bahana Sertifikat, Muhammad Wafi, Sesi I pada Universitas Indonesia Investment Class, Minggu (1/8/2021).

Baca Serupa: Anindya Bakrie dan Erick Thohir Siap Beli Bagian Mayoritas Klub Inggris Oxford United

Wafi mengucapkan, investasi saham sudah dinyatakan halal oleh Majelis Ustaz Indonesia (MUI). Fatwa yang dikeluarkan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) No. 80/DSN-MUI/III/2011 menuturkan:

Bahwa investasi saham di Bursa Efek Indonesia dianggap sesuai syariah apabila cuma melakukan jual beli bagian syariah dan tidak melakukan transaksi yang dilarang dengan syariah . ”

Dalam isi ajaran tersebut, kata Wafi, berisi dari dua aspek perdebatan. Pertama , aspek mekanisme transaksi serta jenisnya bahwa saham dengan di pasar modal & bursa efek menurut Badan Syariah Nasional MUI sudah dinyatakan halal.

Pasar modal diibaratkan sesuai pasar yang banyak menjual barang dagangan. Sementara, transaksi yang dinyatakan halal oleh MUI itu adalah produknya. Selain itu, di Bursa Efek Indonesia (BEI) ada sebanyak 760-an saham yang masuk listing BEI, tak semuanya masuk dalam bagian saham syariah berdasarkan DSN MUI.

“Mungkin hanya sekitar setengahnya selalu. Kaidah prinsip syariahnya lengkap, mereka dapat melihat sejak sisi prospek operasional usaha itu harus sesuai kaidah dan prinsip syariah, ” ujarnya.

Kedua , aspek penimbang income yang berbasis kembang tidak boleh melebihi sejak yang sudah distandarkan oleh DSN MUI. Karena tersebut, di BEI sudah ada daftar saham-saham syariah yang sudah sertifikat halal. Di dalam lingkup bursa efek yang lebih kecil seperti Jakarta Islamic Index terdapat kira-kira 40-50 saham, sedangkan pada Index Saham Syariah Nusantara ada sekitar 200-an saham.

“Misalkan, saya ingin investasi di saham yang legal saja ada listnya, ” jelasnya.

Faktanya, perbandingan antara total penduduk di Indonesia secara bahan bacaan belum setara. Dari 90 orang, akses bacaan yang tersedia cuma satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas