Gatot Nurmantyo Akui Tujuan Mulia pada Balik UU Cipta Kerja

Gatot Nurmantyo Akui Tujuan Mulia pada Balik UU Cipta Kerja

WE Online, Jakarta

Naskah final Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law sudah disetorkan langsung ke tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu. Namun, ulah demonstrasi yang menolak UU Ciptaker masih terjadi di beberapa provinsi Tanah Air.

Terlepas dari kabar draf UU Ciptaker memiliki halaman berubah-ubah, DPR RI menegaskan bahwa naskah resmi berjumlah 812 halaman.

Baca Juga: Gatot Nurmantyo: Hamba Masih Punya Utang ke Negara

Sementara itu, Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Gatot Nurmantyo, yang selama ini kerap memberikan kritik pada pemerintah justru menganggap UU Ciptaker memiliki tujuan mulia.

Pernyataan itu dipaparkan Gatot dalam video yang diunggah di terusan YouTube Refly Harun pada Kamis, 15 Oktober 2020 lalu. Awalnya, Gatot menjelaskan bahwa Presiden Jokowi sempat merasa kebingungan terkait cara meningkatkan investasi.

“Jadi sejak saya dulu sebagai panglima TNI, pada saat pertengahan perjalanan periode pertama, presiden tuh pusing untuk meningkatkan investasi, ” jelas Gatot sebagaimana dikutip Pikiran-Rakyat. com .

Hal tersebut menurutnya diakibatkan sebab banyak peraturan yang tumpang tindih sehingga para investor ragu-ragu untuk melakukan investasi di Indonesia.

“Karena di negara kita ini istilahnya kayak ‘hutan besar undang-undang’ di mana UU tersebut sudah banyak tumpang tindih, dibanding undang-undang, ke peraturan pemerintah, sistem presiden sampai peraturan daerah. Menimpa tindih ini kemudian birokrasinya lama dan ribet sehingga investasi tersebut ‘ragu-ragu’, ” ujarnya.

Maka dari itu, presiden menggunakan UU yang dapat merangkum aturan-aturan tersebut dengan birokrasi yang mungkin serta efisien.

“Maka, diperlukan suatu undang-undang yang mernagkum semuanya, menjadi undang-undang yang birokrasinya lebih simpel dan efisien, kemudian ada jaminan investasi di sini kemudian aparatunya bersih, akundabilitasnya juga tinggi, keterbukaan, ” ungkap Gatot.

Dengan adanya UU Ciptaker ini, para investor dinilai akan mendapatkan kepastian investasinya. “Dengan demikian, seorang pengusaha itu yang istimewa adalah kepastian hukum dan keyakinan ke depannya. Dia harus cakap, saya inventaris ini ke depannya pastinya bagaimana, ” tutur Gatot.

Gatot pun menganggap bahwa UU Ciptaker sebenarnya memiliki tujuan yang mulia. Pasalnya, UU tersebut dapat membuat para investor berinvestasi dan roda perekonomian negara pun akan terus berputar.

“Undang-undang ini saya tahu tujuannya sangat mulia. Karena secara demikian, investasi akan datang, jentera ekonomi berputar, export banyak, pajak mendalam banyak, kembali lagi ke klub, sehingga sandang, pangan, papan masyarakat terpenuhi, ” imbuh Gatot.

Selain itu, pemerintah serupa dihadapkan dengan ‘tekanan’ untuk menyediakan lapangan kerja bagi para tenaga kerja baru yang setiap tahunnya mengalami peningkatan. “Kewajiban pemerintah kudu menyiapkan lapangan kerja ini, menyiapkan lapangan kerja berarti harus tersedia investasi-investasi baru untuk ini, ” lanjutnya.

Lebih tinggi Gatot mengatakan bahwa dengan adanya permasalahan-permasalahan tersebut, dibutuhkan UU yang dapat mencakup semua aturan laksana UU Cipta Kerja ini.

“Dari akumulasi inilah oleh karena itu harus dibuat terobosan untuk undang-undang itu dijadikan satu, ” pungkasnya.

Partner Persekutuan Konten: Pikiran Rakyat