Ini Penyebab Korban Fetish Tak Bisa Tolak Permintaan Gilang

Ini Penyebab Korban Fetish Tak Bisa Tolak Permintaan Gilang

WE Online, Jakarta

Ada kira-kira hal menarik yang menyita menggubris netizen ketika mendalami kasus fetish kain yang sedang viral di media sosial. Bila menilik hasil tangkapan kamera yang dibagikan sejumlah korban, sang pelaku alias Cerah melancarkan aksinya dengan teknik koneksi yang otoriter, dominan, dan pula persuasif.

Hal itu terlihat dari cara Gilang bertukar pesan dengan para korban. Muatan pesan tersebut seolah-olah membuat mereka tidak bisa menolak permintaan & perintah yang dia berikan.

Baca Juga: Gilang Bungkus Makin Viral, Apa Ciri-Ciri Fetish?

Misalnya adalah penggunaan kata ‘mas dan dek’ yang menunjukkan bahwa semenjak awal, Gilang sudah menegaskan statusnya sebagai sosok yang lebih superior dan harus dihormati. Sementara mayoritas korban diketahui merupakan Mahasiswa Baru (Maba).

Ahli psikologi sosial Fakultas Psikologi dari Universitas Pancasila, Dr. Ade Iva Wicaksono, M. Psi, membenarkan hal tersebut.

“Kalau saya baca threadnya, cara berkomunikasinya dia memang dominan, memaksa orang untuk bertekuk lutut. Kedua, persoalan status. Korbannya tersebut banyak MABA yang dia kejar. Budaya kita, Maba itu kan harus tunduk kepada kakak tingkatnya. Dia juga sampai maksa dan mengancam, pakai alasan, ‘saya kenal kating kamu’ ketika korban menentang atau mengabaikan permintaanya, ” benar Ade saat dihubungi Okezone via sambungan telefon, Jumat (31/7/2020).