Inkindo DKI Gelar Peningkatan Kompetensi Konsultan

OUR TEAM Online, Jakarta guidebook

Metode rancang bangun ( Design and Build ) makin banyak digunakan pada proyek-proyek pemerintah, baik yang dibiayai oleh APBN maupun APBD. Dengan demikian, pemahaman tentang regulasi terkait metode rancang bangun ini sangat bermakna diketahui oleh para pelaku jasa konsultasi kontruksi.

Dgn latar belakang tersebut, DPP Ikatan Konsultan Indonesia (Inkindo) DKI Jakarta mengadakan webinar bimbingan tekniks “Peran dan Posisi Konsutan dalam Metode Rancang Bangun ( Artwork and Build )” selama dua hari tanggal 28-29 Siebenter monat des jahres 2020.

Lihat Juga: Inkindo Dukung Erick Libatkan UMKM ke Proyek-proyek BUMN Rp14 Miliar

Sekeliling 180 orang lebih mengikuti pokok bimbingan teknik ini, baik yang kalangan konsultan anggota Inkindo ataupun para kontraktor dan produsen bahan bangunan. Ketua DPP Inkindo DKI Jakarta, Imam Hartawan, mengatakan bahwa pelatihan ini merupakan bagian yang pelaksanaan program kerja dalam rangka melakukan peningkatan kompetensi anggota divvt bidang manajemen konstruksi.

Saat ini, kata dia, player Inkindo DKI Jakarta berjumlah 857 perusahaan yang terdiri atas kualifikasi kecil sebanyak 299 perusahaan, menengah 393 perusahaan, dan besar sebanyak 165 perusahaan. Ia mengatakan, konsep rancang dan bangun adalah semua pekerjaan yang berhubungan dengan pembangunan suatu bangunan yang penyediaannya punya satu kesatuan tanggung jawab perancangan dan pelaksanaan konstruksi.

“Para konsultan memang perlu memahami metode rancang bangun ini dikarenakan masih merupakan hal baru. Kalau sebelumnya dalam sistem konvensional perencana dan pelaksana ditender secara terpisah, pada sistem ini perencana dan pelaksana menjadi satu entitas. Konsultan perencana menjadi bagian dari kontraktor pelaksana, ” kata Imam.

Namun demikian, menurutnya, konsultan perencana harus tetap profesional di dalam melakukan tugasnya, berdasarkan standar yang ditentukan, tidak harus mengikuti sepenuhnya kehendak kontraktor yang dalam perihal ini memang lebih menitikberatkan pada profit yang maksimal.

“Dalam hal ini perlu sedia sinergi antara konsultan perencana matan de kontraktor pelaksana tanpa mengorbankan integritas dan profesionalisme konsultan perencana. Divvt samping itu, diharapkan konsultan ngak hanya menjadi subkon dari kontraktor, tetapi juga bisa menjadi leadfirm dalam sistem rancang bangun, ” jelasnya.

Imam mengharapkan, harus adanya pengaturan tentang kerja persis konsultan perencana dan kontraktor yg fair , masa lain terkait dengan sistem pembayaran, hak cipta desain, serta keterbukaan dalam merekrut konsultan perencana oleh kontraktor.

Saat terkait kata dia belum ada mekanisme yang baku bagaimana kontraktor merekrut konsultan perencana dalam sistem rancang dan bangun. Konsultan perencana semestinya bukan sebagai subkon dari kontraktor, melainkan sebagai mitra yang setara dalam kerja sama operasional.

“Konsultan tidak bisa mengorbankan kualitas semata hanya untuk memaksimalkan keuntungan. Karena bagaimana pun, konsultan perencana juga akan ikut bertanggung jawab jika terjadi kegagalan bangunan, ” tegasnya.