Inspeksi Denny JA Beberkan Hawa Maharani Bisa Kalah Jika Diusung PDIP Nyapres

Survei terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA ini bisa bikin telinga PDIP panas. Dalam survei itu, LSI memprediksi, Hawa Maharani, jagoannya orang-orang PDIP, bakal keok kalau diusung jadi capres 2024. Waduh, beneran nih Mas Denny?

Kemarin, LSI Denny JA merilis buatan survei terhadap 9 kandidat nama Capres 2024. Hasilnya, Prabowo Subianto berada dalam paling atas dengan elektabilitas mencapai 23, 5 upah. Ganjar Pranowo menyusul di posisi dua dengan 15, 5 persen dan Anies Baswedan di posisi 3 dengan 13, 8 upah.

Membaca Juga: Pengamat Bongkar Cadar Anies Baswedan, Ternyata Pelesiran Hanya Tipuan Politik

Untuk posisi empat sampai enam berturut-turut ada Sandiaga Uno (7, 6 persen), Airlangga Hartarto (5, 3 persen), dan Agus Harimurti Yudhoyono (3, 8 persen). Puan harus puas berada di posisi tujuh secara raihan 2 persen. Di bawahnya ada Erick Thohir dengan 1, 9 obat jerih dan Moeldoko 0, satu persen. Sementara, responden tak menjawab 26, 5 komisi.

Dengan sketsa ini, peneliti LSI, Adjie Alfaraby menilai, bila PDIP mengusung Puan sebagai capres 2024, bakal jadi boomerang partai berlambang banteng itu. Ketua DPR itu bahan keok melawan capres golongan lain. Dengan begitu, jalan PDIP kembali berkuasa di dalam periode 2024-2029 akan terserampang.

“Artinya, PDIP akan kehilangan peluangnya untuk mengontrol pemerintahan di 2024-2029, ” kata Adjie, di dalam konferensi pers virtual, kemarin.

Analisanya bukan tanpa alasan. Menurutnya, elektabilitas Puan masih sangat nista, hanya 2 persen. Real, tingkat popularitas Puan beruang di angka 61 tip.

Namun begitu, Adjie masih memberi harapan. Kata dia, kondisi itu masih bisa berubah masa Puan mampu mendongkrak elektabilitasnya melewati angka 25 upah satu tahun sebelum Pilpres 2024 digelar, atau kira-kira awal tahun 2023. “(Kalau mampu) Mbak Puan punya peluang untuk menjadi capres yang kuat yang diusung PDIP, ” ujar Adjie.

Bagaimana bila PDIP berkoalisi dengan Gerindra? Capresnya Prabowo, cawapresnya Puan. Menurut Adjie, dengan skema itu, kondisi PDIP tidak diuntungkan. Koalisi ini hanya membuat Gerindra menjadi pemenang di Pemilu 2024. Gerindra akan menggondol coattail effect alias efek ekor jas dari pencalonan Prabowo sebagai presiden. Padahal, berdasarkan hasil survei elektabilitas, PDIP memiliki potensi untuk keluar menjadi pemenang Pemilu 2024.

Bertentangan dengan Puan, hasil survei LSI menunjukkan, Ganjar Pranowo lebih berpotensi menang dalam Pilpres 2024. Pasalnya, berdasarkan hasil survei, elektabilitas Membalas sudah sebesar 15, 5 persen. “Kalau memilih Membalas, memiliki potensi yang bertambah besar dibanding Mbak Hawa, ” katanya.

Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno menilai, prediksi Puan tersisih di pilpres mendatang sungguh-sungguh dini. Menurutnya, masih banyak faktor, apakah mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kultur (PMK) itu kalah ataupun menang.  

“Seperti mendahului takdir Tuhan. Kecuali bila pilpres dikerjakan saat ini, bisa oleh karena itu benar, ” katanya, kepada Rakyat Merdeka , kemarin.

Tapi, bila untuk Pilpres 2024, peluang Puan menang masih terbuka. Makin bila calon yang diusung partai politik lain ialah tokoh-tokoh yang tidak lumrah, peluang Puan semakin lapang. Adi melihat, saat itu banyak elite partai dengan ingin maju sebagai capres.

Tambahan pula, lanjut Adi, PDIP belum memutuskan sikap politiknya untuk Pemilu 2024. Menurutnya, bila PDIP menetapkan Hawa sebagai capres, kader golongan di seluruh daerah akan dikerahkan dengan mendongkrak elektabilitas putri Megawati Soekarnoputri itu. “Jadi, saya kira, masih jauh lah untuk memperhitungkan Puan kalah atau lulus di pilpres 2024, ” katanya.  

Faktanya, Kemenkominfo merekam ada sekitar 1. 387 hoaks yang beredar pada tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 tenggat Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Rakyat Merdeka Disclaimer: Artikel ini ialah kerja sama Warta Ekonomi dengan Rakyat Merdeka. Situasi yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, & keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Rakyat Merdeka.