Jelang Natal, Omzet Bisnis Cokelat dan Kartu Ucapan Meroket

Jelang Natal, Omzet Bisnis Cokelat dan Kartu Ucapan Meroket

WE Online, Jakarta

Jelang Natal dan Tahun Baru, transaksi bervariasi produk di situs belanja daring meningkat–salah duanya, cokelat dan kartu ucapan.

Menurut  External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Kejayaan, masyarakat banyak membeli kue biasa, parsel, dan produk terkait dalam beberapa waktu belakangan.

“Terbukti dari adanya peningkatan transaksi produk berkaitan dengan Natal sebesar hampir 3x lipat dibandingkan secara periode sebelum Natal, ” membuka Ekhel. Momen ini juga digunakan oleh pegiat usaha lokal Pipiltin Cocoa dan Harvest.

Baca Juga: Kacau! Menghadap Akhir Tahun Harga XRP Malah Anjlok 24%, Ternyata Gara-Gara….

Baca Selalu: Apa Itu Cryptocurrency?

Gandeng Seribu Petani Lokal, Pipiltin Cocoa Kembangkan Potensi Cokelat Indonesia

Tissa Aunilla (42) pemilik daya Pipiltin Cocoa, mulai fokus memanfaatkan platform digital Tokopedia sejak Maret 2020. “Omzet kami menurun bertambah dari 50% karena pandemi. Saya akhirnya mengubah strategi penjualan menjadi online agar bisnis tetap berjalan, ” ungkap Tissa.

Tissa dan Irvan Helmi, teman bisnisnya di Pipiltin Cocoa, kini bekerja sama dengan kurang bertambah 1. 000 petani cokelat di berbagai daerah di Indonesia. Ia konsisten mengedukasi dan memberdayakan petani lokal agar bisa terus meningkatkan kualitas produksi. Menurutnya, cokelat hasil petani lokal juga mampu bersama-sama dengan buatan luar negeri.

“Karena biji cokelat yang kami gunakan 100% diperoleh daripada petani lokal, artinya masyarakat yang membeli produk kami juga turut menyejahterakan petani lokal. Dukungan serupa ini diharapkan bisa semakin membakar petani untuk terus mengembangkan potensi cokelat lokal, ” ungkap Tissa.

Menyambut Hari Natal, Pipiltin Cocoa menyediakan beragam buatan dengan harga terjangkau yang dapat dijadikan pilihan masyarakat untuk merayakan momen spesial. “Di momen Natal, penjualan kami bisa meningkat lebih dari 4x lipat dibandingkan secara bulan sebelumnya, ” ujar Tissa.

35 Tahun Berdiri, Harvest Ubah Budaya Kegiatan dan Strategi Pemasaran untuk Celik Relevansi

Vendy Satria (29) menjadi penerus Harvest pada 2017. Usaha kartu sebutan dan stationery kit lainnya itu dibangun oleh motivator sekaligus ayahnya, Andrie Wongso, sejak 1985. Semenjak bergabung, Vendy membawa sejumlah modifikasi. Mulai dari mempertajam visi & misi perusahaan, membangun budaya kerja baru hingga memaksimalkan penjualan menggunakan platform digital seperti Tokopedia.

Menanggapi pandemi, Vendy mengucapkan harus mengambil keputusan berat demi mempertahankan bisnis. “Omzet penjualan Harvest secara offline menurun drastis hingga 90% karena pandemi, maka ana terpaksa melakukan pengurangan karyawan, ” ungkap Vendy.

Sekalipun begitu, ia mengatakan, “Kehadiran platform digital Tokopedia di sisi lain betul membantu kami beradaptasi dengan pandemi, menjangkau lebih banyak pembeli, sebab Aceh hingga Papua. Kini omzet perlahan naik dan lebih dibanding 65% penjualan online Harvest berasal dibanding Tokopedia. ”

Menjelang Natal, Vendy menjelaskan kertas bingkisan dan kartu ucapan menjadi buatan paling laris. Selain berbisnis, Harvest juga rutin membagikan donasi bersifat paket pensil bagi anak-anak difabel dan sejumlah panti asuhan.