Kepala Pro Bitcoin, Tanzania Dikabarkan Bakal Cabut Larangan Kripto

presiden-pro-bitcoin-tanzania-dikabarkan-bakal-cabut-larangan-kripto-1

Bank of Tanzania dilaporkan bekerja buat membatalkan larangannya terhadap crypto di tengah komentar cryptocurrency yang menguntungkan dari pemimpin negara itu.

Dilansir dari Cointelegraph (28/6/2021), bank sentral Tanzania telah mulai mengerjakan arahan sebab pemerintah federal negara itu yang dapat melihat pembalikan larangan crypto November 2019.

Baca Juga: Usai Diretas, Platform Kripto AfriCrypt Hilang Bawa Bitcoin Miliaran Dolar

Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh Cointelegraph , presiden Hassan mendesak bank sentral untuk berangkat mengeksplorasi Bitcoin (BTC) serta aset digital awal kamar ini.

Pada saat itu, Hassan memerintahkan Bank of Tanzania untuk memasukkan perkembangan zaman, mengingat semakin populernya cryptocurrency.

Komentar positif tentang crypto ini muncul setelah Kaidah Bitcoin El Salvador & gelombang sentimen BTC positif di beberapa negara dalam Amerika Latin.

Namun, di Afrika, susunan terkait kripto di sungguh larangan bank sentral belum muncul. Kembali pada bulan Februari, bank sentral Nigeria juga melarang lembaga keuangan di negara itu buat melayani pertukaran crypto.

Bagi Abdulmajid Nsekela, ketua Asosiasi Bankir Tanzania, langkah tersebut dapat menolong mendiversifikasi transaksi keuangan di negara yang saat tersebut didominasi oleh pembayaran tunai.

Nsekela pula menggemakan komentar presiden mengenai Bank of Tanzania yang perlu lebih mengenal rekan crypto, menambahkan, “elemen paling menantang bagi regulator merupakan dikejutkan oleh inovasi. ”

Menurut bukti dari Useful Tulips, platform yang melacak perdagangan BTC peer-to-peer di seluruh dunia, Tanzania menempati peringkat ketujuh dalam volume perdagangan peer-to-peer di Afrika Sub-Sahara. Nigeria masih menyumbang lebih lantaran setengah aktivitas perdagangan Bitcoin di kawasan itu.

Sementara peraturan crypto yang terang belum muncul di tempat itu, beberapa negara main menuju mata uang digital bank sentral mengambang. Memang, bank sentral Nigeria serta Ghana telah mengeluarkan maklumat tentang hal itu pada bulan Juni.

Faktanya, perbandingan jarang jumlah penduduk di Indonesia dengan bahan bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses bacaan yang ada hanya satu buku. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas