Kookmin Bank Dukung Rights Issue Bank Bukopin

WE Online, Jakarta

Bank Bukopin sedang di proses menyelesaikan rencananya untuk melangsungkan Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) yang sebelumnya telah disetujui oleh para pemegang saham Bank Bukopin pada Rapat Umum Pemegang Saham Oktober 2019. Bank Bukopin saat ini tengah mendiskusikan uraian terkait dengan implementasi PUT V dengan pemegang saham utamanya, termasuk Bosowa Corporindo dan KB Kookmin Bank.

Dari aksi korporasi ini, Bank Bukopin berniat dapat memperkuat struktur permodalannya buat dapat menghadapi tantangan dan agenda bisnis ke depan.

Baca Juga: Kuartal I/2020, Bank Bukopin Bukukan Pertumbuhan Menyaruk Operasional 88%

KB Kookmin Bank saat itu merupakan pemegang saham terbesar ke-2 Bank Bukopin dengan 22% kepemilikan saham. KB, yang merupakan bagian dari grup keuangan terbesar KB Financial Group yang berbasis di Korea Selatan, sebelumnya telah mengikuti sebagai pembeli siaga Penawaran Ijmal Terbatas IV Bank Bukopin pada tahun 2018. KB Kookmin Bank telah menyatakan bahwa pihaknya langsung mendukung pengembangan bisnis Bank Bukopin dan perbaikan kinerja ke depannya.  

Peningkatan modal dari PUT V diharapkan sanggup membantu mengembangkan bisnis Bank Bukopin yang fokus pada segmen ritel, yaitu Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan segmen konsumer, yang didukung oleh perkembangan perbankan digital ke depan.  

Dengan tambahan modal dengan akan segera direalisasikan, diharapkan hendak optimal untuk mendukung bisnis sempurna Bank Bukopin yang secara tetap mengembangkan segmen UMKM. Pada Desember 2019, di antara 21 bank dengan aset terbesar, Bank Bukopin menempati posisi teratas dalam meneruskan kredit UMKM dengan komposisi 57, 4% dari total pinjaman dikasih. Dua bank di bagian bawah daftar memiliki porsi pinjaman UMKM sebesar 48, 4% dan 24, 9% dari total pinjaman.  

Seperti dilaporkan sebelumnya, pada laporan keuangan audit gaya Desember 2019 dan posisi Maret 2020, Bank Bukopin mengonfirmasi Nalar Kecukupan Modal Minimum telah menutup persyaratan peraturan sesuai dengan bentuk risiko sehingga dengan suntikan modal setelah penyelesaian PUT V hendak terjadi peningkatan rasio permodalan.