KPK Cium Aroma Anak Pejabat Kota Banjar di Proyek PUPR

KPK Cium Aroma Anak Pejabat Kota Banjar di Proyek PUPR

WE On-line, Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus adanya transaksi keuangan mencurigakan yang mengalir ke sebuah perusahaan swasta milik anak pejabat Kota Banjar. Diduga, ada aliran uang panas terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar yang mengalir ke perusahaan tersebut.

Hal tersebut terungkap setelah penyidik KPK memeriksa satu saksi pihak swasta, Fani Indrayani, pada hari ini. Fani diperiksa sebagai saksi untuk menyidik kasus dugaan korupsi terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada Dinas PUPR Kota Banjar tahun anggaran 2012-2017.

Baca Juga: Novel: Pelemahan KPK Semakin Sempurna

“Terhadap Fani Indrayani, penyidik menggali pengetahuan saksi terkait adanya dugaan transaksi keuangan perusahaan dari pihak-pihak yang diduga ada hubungannya dengan anak salah satu pejabat daerah kota Banjar, ” ujar Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Selasa (4/8/2020).

Namun Ali bukan membeberkan lebih detail ihwal perusahaan yang diduga kecipratan uang panas proyek PUPR Kota Banjar. Juga demikian, inisial anak pejabat Kota Banjat tersebut. Selain memeriksa Fani Indrayani, penyidik juga memanggil satu saksi lainnya yakni, Kabid SDA Dinas PUPR Kota Banjar, Harun Alrasyid. Namun, Harun tak memenuhi panggilan pemeriksaan pada hari ini dan minta untuk dijadwal ulang.

“Harun Alrasyid penjadwalan ulang dan diagendakan di hari Kamis (6 Agustus 2020), ” terangnya.

Sekadar informasi, KPK memang sedang melakukan penyidikan kasus dugaan korupsi terkait proyek pekerjaan infrastruktur pada dinas PUPR Kota Banjar tahun 2012-2017. Namun memang, KPK belum mengumumkan sebagaiselaku, ala, menurut, detail rincian kasus serta tersangka dalam kasus ini.