Kubra Bayar WanaArtha Life: Nasabah Terdesak Gigit Jari

Kubra Bayar WanaArtha Life: Nasabah Terdesak Gigit Jari

WE Online, Jakarta

Urusan gagal bayar di industri asuransi terjadi tak hanya sekali. Setimbal nama perusahaan asuransi besar di Indonesia pun pernah mengalaminya, sebut saja PT Asuransi Jiwasraya (AJS). Siapa sangka, seiring dengan pengkajian yang berlangsung, ada perusahaan asuransi lainnya yang ikut terimbas oleh kasus Jiwasraya, yakni PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (WanaArtha Life).

Lantas, seperti barang apa awal mula dan kelanjutan sejak kasus gagal bayar WanaArtha Life? Simak ulasan berikut ini.

1. Pemblokiran Rekening Efek 

Kejaksaan Agung (Kejagung) pernah memerintahkan pemblokiran terhadap ratusan rekening efek dengan diduga terlibat dalam kasus Jiwasraya, termasuk rekening efek milik WanaArtha Life.  

Dalam surat resminya, manajemen WanaArtha Life mengumumkan kepada pemegang polis kalau pada 21 Januari 2020 berantakan, WanaArtha Life menerima informasi secara informal mengenai perintah pemblokiran bon efek milik perusahaan tanpa pernah menerima informasi resmi dari bagian yang berwenang. Sebagai tindak tinggi, manajemen pun melakukan klarifikasi kepada pihak otoritas, termasuk KSEI serta OJK.

“Berdasarkan hasil klarifikasi dari Kejaksaan Agung, ana mendapat konfirmasi benar bahwa rekening efek perusahaan dikenakan perintah pemblokiran terkait dengan penanganan suatu peristiwa hukum yang sedang dalam metode Kejagung, ” tulis Presiden Direktur WanaArtha Life, Yanes Y. Matulatuwa, dalam surat tersebut.

Baca Juga: Bikin Merana Bandar! Ini Biang Kerok Asuransi Alami Gagal Bayar

Atas kejadian tersebut, WanaArtha Life pun secara terbuka belum dapat memenuhi kewajiban dan sah pemegang polis. Meski begitu, pihaknya berkomitmen menindaklanjuti permasalahan tersebut & akan segera membayar kewajiban pada pemegang polis secara bertahap.

“Kami menjamin bahwa semesta manfaat polis yang merupakan benar pemegang polis yang ada di perusahaan dalam keadaaan aman. Kami dengan segala daya upaya hendak menindaklanjuti permasalahan ini kepada bagian Kejaksaan Agung, OJK, dan pihak lain yang terkait agar pemblokiran rekening efek milik perusahaan cepat diakhiri, ” lanjutnya.

2. Pengajuan Praperadilan WanaArtha Life Gugur

Satu diantara upaya yang ditempuh WanaArtha Life usai pemblokiran dan penyitaan rekening efek, yakni mengajukan praperadilan atas pemblokiran rekening efek ke PN Jakarta Selatan pada Mei 2020. Permohonan praperadilan itu terekam dengan nomor 46/Pid. Pra/2020PN JKT. SEL.

Bak harus menelan pil pahit, sidang yang dipimpin oleh Hakim Merry Patuh Anggarsih memutuskan menolak atau membatalkan permohonan praperadilan yang diajukan sebab WanaArtha Life. Hakim menjelaskan, alasan pengguguran tersebut adalah untuk menghindari keputusan pengadilan yang tumpang tindih, di mana saat itu sidang Tipikor kasus korupsi Jiwasraya telah dimulai sejak 3 Juni 2020.

Baca Serupa: Asuransi Astra Ajak Warganet Gaungkan #MaskerTemanTuli

Kesimpulan hakim itu pun menuai kekecewaan dari pihak WanaArtha Life dengan kala itu diwakili oleh sang kuasa hukum, Erick S. Paat. Kepada media, Erick menyampaikan ada kesewenangan yang dilakukan Kejagung di proses tersebut, terutama perihal pembekuan rekening efek walau pada era itu surat perintah penyitaan dengan belum keluar.  

“Ada kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung yang melanggar KUHAP. Salah satunya adalah surat titah penyitaan yang belum dikeluarkan zaman rekening efek WanaArtha Life dibekukan, ” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (26/6/2020).

Ia juga menyayangkan, pengguguran praperadilan tersebut mengapa baru diputuskan setelah melewati tahap pembuktian terampil dan saksi. Menurutnya, jika memikirkan proses sidang Tipikor kasus manipulasi Jiwasraya, Kejagung dapat menggugurkan praperadilan ini lebih awal.

“Kami juga bingung kalau dikatakan gugatan kami ini gugur, kok harus menunggu sampai pembuktian cakap dan saksi? Tidak ada gantung pautnya dengan pengadilan di Jakarta Pusat (Sidang Tipikor Jiwasraya) sebab klien kami bukan berstatus simpulan, ” tegas Erick.