Lindungi Masyarakat, Bea Cukai Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal & Narkotika

Lindungi Masyarakat, Bea Cukai Musnahkan Jutaan Batang Rokok Ilegal & Narkotika

WE Online, Jakarta kacau

Bea Cukai Kuala Langsa membersihkan 6, 52 juta batang rokok ilegal dengan nilai mencapai lebih dari Rp6, 6 miliar. Jutaan batang rokok ilegal tersebut ialah hasil penindakan tim patoli kapal BC 60001 Kantor Wilayah Imbalan Cukai Khusus Kepulauan Riau di dalam April 2020 yang kemudian diserahterimakan ke Bea Cukai Kuala Langsa.

Kepala Kantor Imbalan Cukai Kuala Langsa, Tri Hartana menyatakan bahwa potensi kerugian negeri dari rokok ilegal tersebut ditaksir mencapai Rp3, 06 miliar. Selain itu, Tri juga menambahkan, dari tahun ke tahun Bea Kuala Langsa terus melakukan perlindungan terhadap peredaran rokok ilegal.

“Hal ini selaras dengan program pemerintah untuk memberikan pelestarian kepada masyarakat terhadap barang-barang berbahaya dan tentunya pengawasan ini akan berdampak pada peningkatan penerimaan negeri. ”

Mengaji Juga: Perkuat Pengawasan, PSO Imbalan Cukai Sorong dan Polairud Rangkai Sinergi

Baca Juga: Bea Cukai Pantoloan Lepas Ekspor Kelapa dan Semak Olahan

Ke depannya, Bea Cukai Kuala Langsa akan terus meningkatkan kegiatan penjagaan dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Kami berharap dapat memajukan kerja sama yang baik dengan instansi penegak hukum lainnya serta tak kalah pentingnya kami benar mengharapkan peran serta dari klub dalam membantu Bea Cukai melaksanakan tugas dan fungsinya, baik secara memberikan informasi-informasi terjadinya pelanggaran ketentuan maupun meningkatkan kesadaran masyarakat untuk dapat mematuhi ketentuan di dunia kepabeanan dan cukai, ” introduksi Tri.

Selain pemusnahan yang dilakukan Bea Cukai Kuala Langsa, Bea Cukai Pantoloan selalu ikut melakukan pemusnahan atas narkotika berupa ganja dan sabu dengan dilakukan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Sulawesi Tengah pada Selasa (15/9/2020).

“Kami berniat sinergi antara Bea Cukai serta BNN dapat terus dilakukan buat memberantas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika, dan prekursor (NPP) di wilayah Sulawesi Tengah dan sekitarnya, ” pungkas Alimuddin Lisaw, Kepala Kantor Bea Cukai Pantoloan.