Melangsungkan Karpet Merah! Mensos Juliari Siap Tersangka Korupsi, Pak Luhut Siap-Siap….

WE Online, Jakarta semrawut

Nama Luhut Binsar Panjaitan penuh dibicarakan masyarakat di media sosial. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi ini disebut bakal siap menteri sementara di Kementerian Sosial.

Di mana Menteri Sosial Juliari Batubara resmi ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).   Baca Pula: Luhut Lepas Jabatan Menteri tersebut ke Syahrul Yasin Limpo

“Siap siap bungkus Luhut akan menggantikan, yg lg di tangkap KPK, ” tulis akun @DDwi215 seperti yang dikutip, Minggu (6/12/2020).

“Tolong jangan tambah lagi beban kerja pak Luhut dengan merangkap jadi Mensos. Kasihan beliau, ” berlanjut akun @soloberlawan_.

“Pak Luhut Trending lagi. Salut serupa beliau, bisa jadi trending tanpa buzzer & give away , ” cuit akun @NUgarislucu.   Baca Juga: Angkat Cakap Soal Juliari Batubara, Hasto: Kalau Udah Menyangkut Itu, Ibu Megawati Selalu…

“Opung luhut abis ini nambah jobdesk lagi, ” @muhariefman

Diketahui sebelumnya, Menteri Sosial Juliari Batubara ditetapkan tersangka kasus perkiraan korupsi dana Bantuan Sosial (Bansos) pandemi Covid-19 oleh KPK, Minggu (6/12/2020) pagi buta.

Dikutip dari laman e-LHKPN. go. id Minggu (6/12/2020), Juliari memiliki kekayaan paling tinggi nilainya yakni bersifat tanah dan bangunan. Mantan anggita DPR RI tersebut memilki desa dan bangunan yang tersebar Keras (Bali), Simalungun (Sumatera Utara), Bogor (Jawa Barat), dan Jakarta. Mutlak 11 aset tanah dan bangunan miliknya senilai Rp48, 1 miliar.

Juliari juga tercatat mempunyai alat transportasi berupa mobil Land Rover Jeep tahun 2008, seharga Rp618 juta. Dia juga dilaporkan punya harta bergerak yang lain senilai Rp1, 1 miliar. Sedangkan surat berharga senilai Rp4, 65 miliar. Sementara mas dan setimpal kasnya, mencapai Rp10, 2 miliar.

Sebelumnya, Juliari diduga mendapat ‘jatah’ sebesar Rp17 miliar dari pengadaan paket bansos Covid-19 tersebut. Dia mendapat jatah Rp8, 2 miliar dari pengadaan sandaran sosial (bansos) berupa paket sembako periode pertama. Kemudian, Juliari diduga mendapat jatah lagi sebesar Rp8, 8 miliar pada pengadaan bagian bansos Covid-19.

Partner Sindikasi Konten: Okezone