Memperhatikan! Pesimistis Bisa Perpendek Harapan Hidup karena…

Memperhatikan! Pesimistis Bisa Perpendek Harapan Hidup karena...

WE Online, Jakarta

Sikap pesimistis tak hanya dapat mempengaruhi cara pandang seseorang dalam hidup. Kecenderungan untuk berkutat pada sisi negatif dari sepadan hal juga dapat memperpendek harapan hidup hingga dua tahun.

Hal ini terungkap di dalam sebuah studi yang dimuat di jurnal Nature. Tim peneliti daripada QIMR Berghofer Medical Research Institute menemukan bahwa orang-orang yang sangat pesimistis terhadap masa sekarang dan masa depan meninggal sekitar perut tahun lebih dini dibandingkan rata-rata orang.

Penyakit kardiovaskular dan beberapa hal lain menjelma penyebab kematian yang berkaitan secara pesimisme.

Menurut tim peneliti, orang-orang pesimistis cenderung tidak merawat kesehatan diri mereka tunggal dengan baik. Hal ini dapat menyebabkan kesehatan orang pesimis melandai lebih cepat daripada orang pada umumnya.

Data di studi ini telah dikumpulkan semenjak pertengahan 1990-an melalui kuesioner. Daftar pertanyaan ini diisi oleh hampir 3. 000 partisipan yang di zaman itu berusia di atas 50 tahun. Kuesioner ini merupakan arah dari Life Orientation Test (LOT) yang memantau kesehatan warga Australia antara 1993-1995. Tim peneliti awut-awutan melakukan follow up informasi dalam akhir 2009.

Para-para partisipan juga diberikan nilai berdasarkan skala optimisme-pesimisme. Nilai ini didapatkan setelah partisipan memberikan pandangan mereka mengenai pernyataan-pernyataan yang bersifat optimistis dan pesimistis.

“Kami telah melakukan follow up terhadap beberapa orang yang mengambil bagian dalam studi kami, ” jelas kepala tim peneliti Dr John Whitfield, seperti dilansir Health24 .

Temuan terbaru ini mengindikasikan bahwa sikap pesimistis dan optimistis dapat mempengaruhi biokimia otak dan darah. Sikap tersebut juga kemungkinan dapat mempengaruhi inflamasi pada dinding arteri.

“Ada aspek biologis dan serupa aspek psikologis sosial atau personal terkait hal ini, ” tukas Dr Whitfield.

Temuan ini dinilai dapat menjadi motivasi bagi orang-orang yang cenderung berkutat dengan pikiran negatif untuk menukar pola pikir mereka.

Sebuah studi pada 2019 lulus juga mengungkapkan bahwa orang secara sikap optimistis yang berfokus pada sisi positif cenderung emmiliki status hidup dan kualitas tidur yang lebih baik.

Belajar lain juga menunjukkan bahwa cara pandang yang positif dalam tumbuh dapat meningkatkan kemungkinan seseorang untuk berumur sangat panjang, yaitu 85 tahun atau lebih tua. Sedangkan studi sebelumnya menemukan bahwa perilaku optimistis berkaitan dengan risiko keburukan kronis dan kematian dini yang lebih rendah.