Menyimak! ini Cara Kapolri & Panglima TNI Atasi COVID-19 di Bangkalan

simak-ini-cara-kapolri-dan-panglima-tni-atasi-covid-19-di-bangkalan-1

Panglima Prajurit Nasional Indonesia Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung pengerjaan COVID-19 di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, di Sabtu, 12 Juni 2021.

Di sana, keduanya terlibat langsung membangun Forum Komunikasi Pimpinan Kawasan (Forkopimda) melakukan mitigasi serta menggandeng ulama dan tipu masyarakat untuk menangani COVID-19.

Hadir juga dalam kegiatan itu Kepala Badan Nasional Penanggulangan Gangguan Letjen TNI Ganip Warsito, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Suharyanto, Pangkogabwilhan II, dan sebanyak pejabat utama TNI/Polri, Kepolisian Daerah Jatim dan Pangdam V/Brawijaya.

Baca Pula: Vaksinasi Massal TNI-Polri Targetkan 10. 000 Orang, Pemda Provinsi Jabar Dukung Percepatan

Baca Juga: Vaksinasi buat 18 Tahun ke tempat Dimulai | Infografis

Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan ada kurang catatan dari kasus COVID-19 di Kabupaten Bangkalan, yakni banyaknya pasien tanpa isyarat, tenaga kesehatan yang terpapar COVID-19, dan meningkatnya total kematian karena virus itu.  

“Angka kematian tersebut rata-rata sesudah kita identifikasi meninggal pada rumah sakit, ” ujarnya saat memimpin apel ikatan.

Itu sebabnya Hadi mengimbau untuk tetap meningkatkan sosialisasi dan pengamalan serta penegakan protokol kesehatan, yaitu terus mengajak klub tetap menggunakan masker, sebab dengan menggunakan masker, jadi dengan sendirinya akan menyembunyikan masyarakat sekitar dan melindungi diri sendiri.

“Oleh sebab itu, bantuan dari TNI dan Polri akan ke tempat-tempat bagian publik yang perlu memperoleh perhatian khusus, dan kita optimalkan lagi fungsi PPKM mikro di mana kendati akan kita gunakan buat pelaksanaan tracing kontak baik setelah mendapatkan informasi sejak Dinkes adanya pasien positif COVID-19, setelah itu mutakhir kita laksanakan tracing kontak erat dan kita laksanakan isolasi mandiri di wilayah tersebut, ” kata Pemimpin.

Menurut Hadi, PPKM Mikro bisa dimanfaatkan juga sebagai alat buat memonitor dan mengevaluasi setiap hari. Dari sana mampu didapatkan data-data kasus rajin di wilayah tersebut, data-data kesembuhan di wilayah itu, dan data-data kematian pada wilayah tersebut.

“Termasuk kita juga bisa mengetahui apakah BOR isolasi di wilayah tersebut telah tinggi atau masih redup. Itulah yang saya sampaikan kepada Bapak Bupati, termasuk kepada anggota TNI serta Polri dan Satgas COVID-19 untuk segera membantu bupati, Kadinkes, menanggulangi covid-19, jadi COVID-19 bisa kita kendalikan dan ubah zona abang di wilayah Bangkalan tersebut menjadi zona hijau, ” tuturnya.

Selain berkoordinasi dengan Forkopimda, Panglima TNI dan Kapolri pula bersilaturrahim dengan ulama serta tokoh masyarakat Bangkalan. Peristiwa itu dilakukan untuk merangkul para pemuka agama serta tokoh masyarakat setempat untuk bergandengan tangan mencegah penyebaran virus COVID-19 di Bangkalan.

Menurut Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo peran tokoh agama setempat sangat penting untuk membantu pemerintah dan Forkompinda, terutama dalam hal menyampaikan sosialisasi dan edukasi soal kedisplinan protokol kesehatan kepada bangsa.

Terutama, prawacana Sigit, adalah penggunaan masker di lingkungan sosial asosiasi. Menurutnya, berdasarkan penelitian daripada Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat dan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO, masker masih menjadi hal dengan ampuh menangkal penyebaran COVID-19.

“Masalahnya adalah masker secara kepatuhan yang rendah di Madura. Satu-satunya alat dengan bisa menangkal COVID-19 adalah masker, itu berdasarkan studi. Penggunaan masker bagi seluruh masyarakat, baik yang sehat dan sakit, itu kudu, ” ujar Sigit.

Faktanya, Kemenkominfo mencatat ada sekitar 1. 387 hoaks yang beredar di tengah pandemi Covid-19 selama periode Maret 2020 hingga Januari 2021. Berantas hoaks dengan #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Warta Ekonomi dengan Viva. Hal dengan terkait dengan tulisan, menjepret, grafis, video, dan menyeluruh isi artikel menjadi tanggung jawab Viva.