Munarman FPI Ditangkap, Masyumi: Tanpa Sampai Isu Terorisme Hanya untuk Membungkam

munarman-fpi-ditangkap-masyumi-jangan-sampai-isu-terorisme-hanya-untuk-membungkam-1

Pemimpin Umum Partai Politik Agama islam (PPI) Masyumi, Ahmad Membandingkan menyoroti penangkapan eks Carik Umum Front Pembela Agama islam (FPI) Munarman yang dikerjakan pihak kepolisian beberapa zaman lalu. Dia khawatir, tuduhan yang disampaikan kepolisian terpaut dugaan keterlibatan Munarman pada kasus terorisme justru menimbulkan persoalan baru.  

“Kalau dikatikan secara itu harus pasti dengan isu terorisme itu, jangan sampai dengan isu terorisme ini hanya sekedar hanya untuk bagaimana membungkam orang-orang yang dianggap kritis, apalagi Munarman bagian dari FPI, ” kata Ahmad Menjalankan saat dihubungi Republika, Sabtu (1/5).  

Baca Juga: Munarman Ditangkap, Fadli Zon: Beta Tidak Percaya Munarman Teroris

Dia berharap, kepolisian bisa bersikap adil pada kasus ini. Dirinya juga berharap, agar hukum bisa ditegakkan.  

Selain itu, dirinya serupa menyoroti masih terjadinya pembagian di tengah masyarakat. Kejadian tersebut dibuktikan dengan dibanjirinya karangan bunga untuk Polri usai menangkap Munarman.  

“Ini menunjukan apa masyarakat kita itu kok bisa teradi kaya itu. Walaupun kita tau yang mengirim itu buzzer-buzzer, karena kepentingan pragmatis itu seperti itu, jadi kita ingin mengembalikan betul budi bangsa ini, ” ucapnya.

Sementara itu, Penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Polri masih mendalami terkait aksi-aksi terorisme yang diduga dilakukan mantan petinggi organisasi terlarang FPI Munarman. Sejak interpretasi pada Selasa (27/4) semrawut, penyidik Densus 88 Anti Teror Polri masih tetap melakukan pendalaman dan pengembangan terkait keterlibatan aksi-aksi terorisme yang dilakukan Munarman dalam beberapa wilayah di Indonesia.

“Densus juga mendalami berita termasuk keterlibatannya di jaringan terorisme, ” kata Besar Bagian Penerangan Umum Bagian Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (1/5).  

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Artikel itu merupakan kerja sama Arahan Ekonomi dengan Republika. Kejadian yang terkait dengan gubahan, foto, grafis, video, serta keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Republika.