Pakar Tata Hukum Negara: Ambang Batas Pencalonan Presiden Dimanfaatkan Cukong ‘Tuk Kuasai Parpol!

Pakar Tata Hukum Negara: Ambang Batas Pencalonan Presiden Dimanfaatkan Cukong 'Tuk Kuasai Parpol!

WE Online, Bogor

Pemberlakuan ambang batas yang bertujuan menghindari banyaknya peserta di ajang pemilihan pemimpin (Pilpres) tidak masuk akal, menurut Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun.

Baginya, alasan itu tak masuk akal. Karena menurutnya, tidak ada perkara dengan kontestan yang banyak.

“Presidential threshold, salah satu klaimnya adalah kalau nanti dihilangkan maka jumlah calon presiden banyak banget. Respons kami, emang kalau banyak kenapa? ” ujar Refly dalam diskusi maya bertema ‘Ambang Batas Pilpres, Kuasa Uang dan Presiden Pilihan Rakyat’ yang diselenggarakan Voice for Change , Jumat (19/6/2020).

Baca Juga: Ketok Palu! Pemimpin Bukalapak Fajrin Resmi Masuk Direksi Telkom

Baca Juga: Dear Jajaran Hakim Kasus Pak Novel, Jangan Ragu Vonis Terdakwa di Luar Tuntutan Jaksa!

Refly mengutarakan banyaknya calon presiden akan tersisih secara otomastis saat kontestasi telah berlangsung. Karena, lanjut Refly, konstitusi telah menetapkan pilpres hanya terlaksana dua putaran.

“Jadi kalau putaran prima tidak memperoleh 50 persen tambah satu persebaran di daerah, maka kemudian diadakan putaran kedua, ” tutur Refly.

Refly membantah anggapan sebanyak pihak apabila pasangan calon penuh maka pilpres akan berlangsung lama. Alasannya karena telah ditentukan cuma dua putaran saja.

“Siapa yang menang? Berapa jumlahnya? Yang terbanyak lantaran calon lainnya, maka dia terbatas sebagai presiden dan wakil presiden, ” kata Refly.

Refly menilai total pasangan calon presiden dan pemangku presiden tidak akan berjumlah terlalu banyak, karena untuk menjadi pengikut pilpres harus diusulkan partai politik atau gabungan partai politik.

“Jadi kami mendesak partai untuk menghapuskan presidential threshold semaksimal mungkin. Presidential threshold ini, hanya digunakan cukong-cukong politik untuk menguasai partai politik, ” logat Refly.

Pada Pilpres 2019 yang lulus, ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold masih digunakan. Angkanya cukup tinggi yaitu sebanyak 20 persen suara hasil pemilu. Hasilnya, hanya dua pasangan calon saja yang bisa ikut dalam kontestasi pemilihan presiden.

Partner Sindikasi Konten: Viva