PT Harmas Jalesveva Bantah Pailit, Lanjutkan Upaya Hukum Kasasi

PT Harmas Jalesveva Bantah Pailit, Lanjutkan Upaya Hukum Kasasi

WE Online, Jakarta

Pengembang dan pengelola Gedung One Bell Park Mall, The Aspen Apartment, dan Admiralty Residence, PT Harmas Jalesveva mengajukan kasasi atas kesimpulan pailit yang dikeluarkan Pengadilan Jati Niaga Jakarta Pusat. Langkah kasasi ini diambil karena perusahaan menilai keputusan PN Niaga berdasarkan informasi dan pertimbangan yang janggal.

Kasasi dengan diajukan Senin (15/6/2020) telah didaftarkan di PN Niaga dengan nomor register 25 Kas/Pdt. SusPailit/ZOZO/PN. NiagaJkt. Pst. Langkah kasasi itu diklaim perusahaan didukung oleh mayoritas penghuni apartemen yang dikelola PT Harmes Jalesveva yang jumlahnya mencapai 400 lebih.

“Karena bukti dan pertimbangannya janggal, otomatis keputusan yang diambil adalah keputusan yang janggal, ” ungkap pengaruh hukum PT Harmas Jalesveva, Wahab Abdillah dari KD Wardhani Law Office kapada awak media, Selasa (16/6/20).

Baca Juga: Waduh! Konsumen Bakal Merugi Kalau Indosurya Pailit

Di antara kejanggalan itu, terangnya, pertama, pemohon II, Farida Soemawidjaya tidak mempunyai berlaku standing dalam mengenai pembatalan perjanjian perdamaian karena nama yang bersangkutan tidak tercantum di dalam perjanjian homologasi berdasarkan Putusan Niaga Nomor: 55/Pdt. Sus-PKU/2018/PN. Niaga. Jkt. Pst, acuan dalam pengambilan kesimpulan tersebut.

Kedua , pemohon I, Agustin Farida tidak ada tagihan berupa nilai uang yang telah jatuh tempo kepada PT Harmes Jalesveva.

“Yang ada malah pemohon I belum melunasi atau menyelesaikan biaya administrasi saat penyelesaian pembangunan sehingga PT Harmas Jalesveva belum mempunyai kewajiban untuk menunaikan denda keterlambatan, ” ungkap Wahab.

Arah fakta tersebut, kedua pemohon tidak memenuhi syarat untuk pengajuan permohonan pailit sesuai Pasal 2 bagian (1) dan Pasal 8 ayat (4) dari Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan & Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang.