Puan Maharani Putri Mahkota PDIP, Membalas Jangan Harap Bisa Nyapres 2024!

Puan Maharani Putri Mahkota PDIP, Membalas Jangan Harap Bisa Nyapres 2024!

WE Online, Jakarta awut-awutan

Popularitas dan elektabilitas Ganjar Pranowo saat ini menduduki ranking tertinggi sebagai calon presiden (capres) berdasarkan hasil survei sejumlah lembaga. Lamun begitu, bukan jaminan Gubernur Jawa Tengah itu bakal dengan mungkin mengantongi restu dan mendapatkan kartu dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri untuk maju jadi capres pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Penyebabnya terang, ada ‘putri mahkota’ yang era ini juga sedang berada pada puncak kejayaan di parlemen, yakni Puan Maharani yang menjabat jadi Ketua DPR.

“Jadi saya kira ini akan menjadi pertimbangan Megawati sebagai ketua ijmal di PDIP, meskipun Ganjar Pranowo memiliki popularitas tertinggi bahkan elektabilitas yang terus memuncaki perolehan, tercatat yang dihasilkan oleh surveinya IPO (Indonesia Political Opinion), tetapi belum tentu itu menjadi dasar untuk direstui Megawati untuk maju dalam kontestasi 2024, ” kata Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Prabu, Sabtu (5/12/2020).

Baca Juga: Ganjar Keluar daripada PDIP Jika Tak Direstui Megawati Nyapres?

Sebelumnya, hasil survei yang dilakukan IPO pada 12-23 Oktober 2020, 17, 9% responden akan memilih Membalas jika diadakan pilpres saat tersebut. Disusul Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (16, 4%) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (15, 3%).

Berikutnya, Sandiaga Uno (8, 8%), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (6%), Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (5, 7%), dan Menteri Di Negeri Tito Karnavian (4, 2%).

Selanjutnya, Ketua Ijmal Partai Golkar sekaligus Menko Perekonomian Airlangga Hartarto (2, 9%), Pemimpin DPR Puan Maharani yang merupakan kader PDI-P (1, 9%), & Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (1%).

Dikatakan Dedi, sejauh ini PDIP memang tak memiliki tradisi mengangkat kader dengan tidak dekat dengan keluarga Soekarno. Hanya Joko Widodo (Jokowi) yang menjadi pengecualian. Menurutnya, kondisi Jokowi pada Pilpres 2014 lalu berbeda dengan kondisi Ganjar Pranowo masa ini.

Teman Sindikasi Konten: SINDOnews