Salam Cuan! Ini Tips Agar agar Pelaku UMKM Bisa Meraih Sukses Sejak Awal

salam-cuan-ini-tips-agar-pelaku-umkm-bisa-meraih-sukses-sejak-awal-1

Tata kelola bisnis (good corporate governance) yg baik menjadi kunci bagi setiap pelaku usaha, agar usaha mereka dapat berkembang dan bertahan lama. Rumus ini berlaku baik untuk pelaku usaha yang sudah lama berkecimpung di dunia usaha, maupun pebisnis baru dari berbagai segmen.

Menurut Direktur Kepatuhan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, A. Solichin Lutfiyanto, tata kelola yang benar akan mendorong seorang pengusaha untuk dapat mempertanggungjawabkan usahanya secara jelas. Pertanggungjawaban yang transparan menjadi salah satu fondasi agar sebuah usaha bisa tumbuh berkelanjutan.

“Kepatuhan itu—bahasa kerennya kan good corporate governance—jangan diterjemahkan menjadi sesuatu yang kelihatannya canggih, advance, maupun kompleks. Sederhananya, salah satu unsur dari kepatuhan itu adalah integritas. Jadi seandainya kita bicara mikro, ingin mengembangkan bisnis, kita harus mulai dengan integritas lalu professional, ” ujar Solichin pada acara BRI Cuap-cuap Cuan Berkah.

Lihat Juga: Sandiaga Kampanyekan #GakMudikDibikinAsik sambil Dukung Penjualan UMKM

Dia menjelaskan apabila pelaku usaha menjalankan integritas, maka sekecil apapun usaha tapi bila diawali dengan integritas, ketulusan, professional, maka bisnis masih akan tumbuh dengan baik dan ujungnya adalah adanya kepercayaan dari pelanggan. “Jadi dalam skala kecil, kenapa sih kita harus kelola (bisnis) dengan baik? Supaya trust konsumen itu terbangun, ” imbuhnya.

Penerapan prinsip bisnis yang baik sebenarnya mudah diterapkan sejak awal usaha berdiri. Syaratnya, pelaku usaha diharuskan sudah tahu dulu berkaitan sasaran usahanya. Setelah mengetahui tujuan pasar dari bisnisnya, pelaku usaha bisa membuat program untuk mengembangkan perniagaan.

Dalam memulai usaha, risiko sekecil apapun pasti dihadapi pelaku bisnis. Akan tetapi, hal tersebut jangan sampai menghalangi pelaku bisnis untuk tetap memulai usaha. Solichin menyebut, tata tips pengelolaan risiko yang benar bisa dimiliki pebisnis seiring berjalannya waktu. Karena tersebut, pelaku usaha disarankan tetap semangat dan konsisten menjalani bisnisnya meski kegagalan serta risiko terus membayangi.

Dengan kegagalan yang diperoleh dari pengalaman, pelaku usaha dapat belajar untuk akhirnya menerapkan sedikit demi sedikit prinsip mitigasi risiko yang baik. Pada akhirnya, akan muncul usaha yg berhasil dan memiliki daya tahan terhadap rintangan.

Solichin mengungkapkan, pada era digital saat ini pelaku usaha harus memiliki kemampuan mengembangkan jaringan (networking) yang besar. Kemampuan ini bisa diperoleh melalui optimalisasi kanal media sosial misalnya Whatsapp, Instagram, dan Facebook untuk memperluas pemasaran seseorang.

Lihat Juga: Gandeng UMKMLab, BRI Gelar Gebyar Website Cuma-cuma

“Secara umum saya lihat implementasi manajemen kepatuhan pada pelaku UMKM sudah banyak yg berjalan baik seperti nilai kekayaan sosial maupun beberapa nilai inti kebangsaan, Pancasila. Jadi saya melihatnya, dasar kita mengimplementasikannya dengan benar dan konsisten pasti jalannya usaha akan bagus, ” ujarnya.

“Bila kita merunut adanya kegagalan beberapa pelaku UMKM, umumnya berakar dalam masalah ketidakjujuran. Jadi langkah pertamanya dia bagus, terus proses trik bisnis yang bukan fair. Ujungnya pelanggan menjadi nggak percaya, sehingga meninggalkan usaha pelaku usaha.   Jadi Saya melihat, sepanjang UMKM itu konsisten di dalam menerapkan nilai-nilai baik dari bangsa kita (jujur, gotong royong) maka usahanya pasti akan bagus dan maintain, ” tambahnya.