Tatap Dialog,, Mesir Pastikan Negaranya Berdiri di Samping Palestina

tatap-dialog-mesir-pastikan-negaranya-berdiri-di-samping-palestina-1

Duta Besar Mesir untuk Palestina Tariq Tayel memastikan bahwa Kairo tetap mengadakan dialog dengan negara2 lain mengenai rekonstruksi Gaza dan upaya untuk menstabilkan gencatan senjata antara Hamas dan Israel.

Tayel mengatakan Kairo mau melanjutkan upayanya untuk rekonsiliasi dan menyoroti sejumlah upaya yang telah dilakukan sejauh ini, seperti membersihkan puing-puing bangunan yang hancur di Gaza untuk membuka berkepanjangan bagi proyek-proyek baru.

Baca Selalu: Dikritik Keras Israel, Pedagang Es Krim di Palestina: Saya Bukan Antisemit tapi…

Dia mengatakan urusan Palestina akan tetap menjadi isu sentral di Timur Tengah.

“Upaya yang dilakukan terbagi di dua level, yang prima adalah meluncurkan formula kerjasama tripartit antara masyarakat pada Mesir, Yordania dan Palestina, dengan tujuan mengembangkan visi bersama untuk menghadapi tantangan yang dihadapi dan kebangkitan Inisiatif Perdamaian Arab, ” katanya yang dikutip dalam Arab News , Rabu (28/7/2021).

“Kedua, mendorong buat menghidupkan kembali proses perbaikan di tingkat internasional dan bekerja untuk melakukan relasi internasional dalam determinan universal untuk mencapai perdamaian, ” tambah Tayel.

Menekankan kekuatan hubungan Mesir-Palestina, Tayel mengatakan mereka paling sering melampaui apa dengan dapat dicapai pemerintah dengan individu, atau apa dengan dapat diakomodasi oleh pekerjaan diplomatik tradisional, karena itu adalah hubungan langsung kurun dua bangsa yang lebur.

Sementara itu Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh, mengacu pada hubungan kedua negara sejak revolusi Mesir pada 23 Juli 1952, mengatakan, revolusi Juli adalah titik balik di dalam sejarah Mesir dan semesta wilayah Arab. Revolusi ini mengangkat nilai-nilai kebebasan, keseimbangan sosial dan kemandirian, cakap dia menambahkan.

“Selama Revolusi Juli, kami menemukan komitmen Arab untuk Palestina, dan itu memperkuat ikatan darah antara kaum Mesir dan pasukan nasionalnya, dan antara rakyat Palestina dan kekuatan revolusionernya. Mesir memiliki posisi tegas di mendukung Palestina, rakyatnya, perjuangannya, dan kepemimpinannya, ” prawacana Shtayyeh.

“Kami bermitra dengan Mesir di solusi politik untuk mengakhiri pendudukan, mendirikan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya, dan benar untuk kembali bagi para pengungsi. Kami adalah pacar dalam mengatakan dan membenarkan bahwa legitimasi Palestina diwakili oleh Organisasi Pembebasan Palestina dan pasukan tempurnya, ” tambahnya.

Di 10 Mei, kelompok bersenjata Palestina di Gaza mulai meluncurkan roket ke Israel. Pasukan Pertahanan Israel melayani, menembaki Gaza dengan udara, drone, dan artileri. Persabungan pecah setelah kelompok warga Yahudi mencoba untuk mengusir dan menyita properti masyarakat Palestina lama di Yerusalem Timur.

Adapun Inisiatif Perbaikan Arab disusun oleh Arab Saudi pada tahun 2002, dengan negara-negara Arab menganjurkan hubungan normalisasi Israel secara imbalan kesepakatan kenegaraan secara Palestina dan penarikan lengkap Israel dari wilayah dengan direbut pada tahun 1967.

Faktanya, perbandingan antara jumlah warga di Indonesia dengan sasaran bacaan belum seimbang. Dari 90 orang, akses referensi yang tersedia hanya kepala buku. Berantas hoaks secara #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel di Republika Disclaimer: Tulisan ini merupakan kerja sepadan Warta Ekonomi dengan Republika. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, gambar, dan keseluruhan isi tulisan menjadi tanggung jawab Republika.