Terakhir Hajatan di Petamburan, Ngeri! Motor FPI Habib Rizieq Terancam 6 Tahun Penjara

WE Online, Jakarta

Polda Metrro Hebat resmi menetapkan enam orang tersangka dalam kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam hajatan pernikahan ananda Rizieq Shihab, Syarifah Najwa Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus, mengucapkan keenam orang tersbut yakni, Motor FPI Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka selaku pihak penyelenggara.

Kemudian, Ketua Umum DPP FPI Sobri Lubis selaku Pengasuh Acara, Panglima Laskar Pembela Islam (LPI) Maman Suryadi selaku Penanggung Jawab Keamanan Acara, kemudian Haris Ubaidillah selaku Ketua Panitia Acara, Ali Bin Alwi Alatas selalu Carik Acara, dan Habib Idrus demi Kepala Seksi Acara. Mengaji Juga: Tembak Mati 6 Tentara Habib Rizieq, Bravo! Polisi Dapat Dukungan Nasional

“Pertama penyelenggara saudara MRS (Rizieq Shihab) di pasal 160 & 216 KUHP, ” katanya, pada wartawan, Kamis (10/12/2020). Mengaji Juga: Viral Spanduk Iran Ucap Terima Kasih ke Mossad, Apa Kabar Kasus Fakhrizadeh?

Diketahui, dalam perkara itu Rizieq Shihab terancam hukuman enam tahun penjara. Hal tersebut diktahui dalam Pasal 160 KUHP dengan berbunyi; Barang siapa di depan umum dengan lisan atau tulisan menghasut supaya melakukan perbuatan kejahatan, melakukan kekerasan terhadap penguasa umum atau tidak menuruti baik keyakinan undang-undang maupun perintah jabatan dengan diberikan berdasarkan ketentuan undang-undang, diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau pidana dam paling banyak Rp4. 500.

Sementara itu, Pasal 216 ayat (1) berbunyi; Barang sapa dengan sengaja tidak menuruti order atau permintaan yang dilakukan menurut undang-undang oleh pejabat yang tugasnya mengawasi sesuatu, atau oleh penguasa berdasarkan tugasnya, demikian pula dengan diberi kuasa untuk mengusut atau memeriksa tindak pidana; demikian pula barang siapa dengan sengaja mencegah, menghalang-halangi atau menggagalkan tindakan guna menjalankan ketentuan undang-undang yang dilakukan oleh salah seorang pejabat tersebut, diancam dengan pidana penjara memutar lama empat bulan dua minggu atau pidana denda paling banyak Rp9. 000.

Lalu, lima tersangka lainnya dipersangkakan dengan Pasal 93 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan tubuh. Kelimanya terancam dengan hukuman satu tahun penjara.