TikTok Bikin Buronan Penggelapan Uang Nasabah Ditangkap,

tiktok-bikin-buronan-penggelapan-uang-nasabah-ditangkap-1

Tim Intelijen Kejaksaan Agung MENODAI berhasil menangkap daftar pencarian orang atau DPO perkara penggelapan  dana nasabah Bank Mega KCP Permata Hijau Jaksel sejak tahun 2008-2012 senilai  Rp 22. 245. 000. 000 atas nama  Nurbaiti als Betty Binti Munir Supardi. Yang bersangkutan sudah buron  sejak tarikh 2016 lalu.  

Lucunya, tim Intelejen berhasil mengetahui keberadaan yang bersangkutan setelah Nurbiati mengunggah video di akun TikTok miliknya.  

Baca Juga: Akhir Nasib Pria NTB dengan Dibungkus Polisi karena Menghina Palestina di TikTok

“Sebelumnya tersangka sempat buron, namun dari video TikTok yang beredar kami pandangan bahwa yang bersangkutan berharta di  Jalan Sebelas April, Kelurahan  Rancamulya, Kecamatan  Sumedang Utara, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat . Dari sana kami pun berhasil menangkap bekas karyawati Bank Mega itu, ” kata Kapuspen Kejagung,   Leonard Eben Ezer Simajuntak, Selasa, 25 Mei 2021.

Dikatakan, Nurbaiti adalah terdakwa dengan menggelapkan uang nasabah Bank Mega saat menjabat sebagai manager funding pada 2009-2012.  

Adapun modus kejahatannya dengan menodong tanda tangan para konsumen Bank Mega pada slip penarikan kosong dengan dasar uang para nasabah bakal diinvestasikan pada produk Kabut Kapital dengan bunga lebih tinggi 10-25 persen dibandingkan menyimpan uang di Bank Mega KCP Permata Muda Jaksel.  

“Dalam kasus ini tersangka melakukan transaksi  cash to cash (melakukan penarikan dari nasabah satu dan disetor tunai ke nasabah lainnya). Tetapi sebagian uang digunakan buat pribadi sehingga para konsumen mengalami kerugian karena uang mereka tak pernah balik, ” tuturnya.

Selain menangkap Nurbaiti,   Tim Intelijen Kejagung bersama tim Intelijen Kejaksaan Agung Sumatera Utara berhasil menyembunyikan seorang mantan pejabat Administrasi Kredit Bank Rakyat Nusantara Cabang Kabanjahe,   Yoan Putra.

Yoan adalah tersangka  yang telah melakukan tindak pidana manipulasi dalam kegiatan penyaluran kredit petani merugikan negara sejumlah Rp 10 Milyar.

Menurut Asinten Intelijen  Kejaksaan Tinggi Sumut Dwi Setyo Budi Utomo, dengan langsung memimpin operasi interpretasi Yoan,   penangkapan dilakukan di Pasar Sunggal Kecamatan  Medan Sunggal, Kota Daerah pada hari ini Selasa, 25 Mei 2021.

Asintel kejati SU menegaskan kalau tersangka tersangkut masalah korupsi penyaluran kredit komersil lembaga usaha di BRI Bagian Kabanjahe Tahun 2016 sampai dengan  2017  yang mudarat keuangan negara Rp10 milyar.   Kedua pelaku saat ini sudah dibawa ke Kejaksaan Agung untuk penyeliaan lebih lanjut.

Faktanya, Indonesia berada di urutan kedua terbawah dari 61 negara di dunia dalam hal minat baca. Mau sampai pustaka? Mulai aja dulu dibanding #BacaSampaiTuntas

Lihat Sumber Artikel pada Viva Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja persis Warta Ekonomi dengan Viva. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, gambar, dan keseluruhan isi tulisan menjadi tanggung jawab Viva.